Renungan Pagi

√ Jadikan dunia ini berada di tangan-mu…

Dan jangan pernah engkau tempatkan dunia berada dalam hatimu…

√ Jika pada suatu hari  engkau merugi yang tidak pernah kau perkirakan sebelumnya…

Maka insyaa Allah pada hari yang lain, Allah akan memberimu rezeki yang engkau tidak pernah sangka untuk memilikinya…

√ Optimislah saat segala urusan terasa sulit bagimu, karena Allah telah bersumpah dua kali “sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”

√ Kehidupan bertanya kepada kematian:

Mengapa manusia mencintaiku dan membencimu?

Maka kematian menjawab :

“Karena engkau adalah keindahan semu yang memperdayakan, sedangkan aku adalah sebuah kepastian yang menyakitkan”

√ Kita tidak pernah tahu setelah Allah memberikan rahmat pada kita…
Amal baik manakah yang bisa membuat kita masuk surga??

Apakah ruku’ kita, atau sedekah kita, atau do’a kita, ataukah dzikir kita??

Maka Ber-amal baiklah dan jangan pernah kau persoalkan

√ Aku takjub kepada hati yang mau menerima rasa sakit dengan diam, dan menilai kesalahan orang dengan berbaik prasangka…

√ Ketika kau meyakini bahwa setelah  kesengsaraan akan ada kebahagiaan, dan setelah air mata akan ada senyuman, maka sesunggunhnya kau telah melaksanakan ibadah yang amat besar yaitu berbaik sangka kepada Allah

√ Jika sakitnya dunia membuatmu merasa letih, maka janganlah bersedih…
Karena barangkali Allah sedang merindukan untuk mendengar lantunan do’a2mu…

√ Jangan kau tunggu kebahagiaan baru kemudian tersenyum…

Tapi tersenyumlah dan tersenyumlah hingga engkau bahagia…

√ Jika engkau tidak tahu dimana alamat rezekimu…

Janganlah pernah khawatir, karena rezekimu sangat tahu dimana alamatmu…

√ Ketika terlambat masuk kerja, engkau akan masuk dengan kepala tertunduk dan suara yang pilu, karena malu kepada supervisormu…

Maka apakah engkau juga merasakan hal yang sama, saat engkau terlambat dalam shalat dan berdiri di hadapan Rabb-mu?!

√ Janganlah bersedih karena sebuah musibah yang menimpamu…

Karena  engkau tidak pernah tahu apa yang akan Allah hadiahkan untukmu…

Allah SWT berfirman yang artinya : “Sesungguhnya hanya orang-orang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas” (QS.39:10)

√ Jangan biarkan manusia mengetahui darimu kecuali kebahagiaanmu.
Dan jika mereka bertanya khabarmu, maka katakan Alhamdulillah dan tersenyumlah.

Baarakallahu Fiikum
Semoga Bermanfaat

Source: kulwag “Junaedi Family” 6/4/17

Advertisements

Hikmah Berteman Dengan Siapa Saja

1. Ada teman yang bersifat keras, dialah sebetulnya yang mendidik kita untuk berani bersikap, lembut tapi tegas.

2. Ada teman yang lembut, dialah yang mengajarkan kepada kita cinta dan kasih sayang terhadap sesama.

3. Ada teman yang cuek dan masa bodoh, dialah sebetulnya yang membuat kita berpikir bagaimana agar kita bersikap perhatian terhadap orang lain.

4. Ada teman yang tidak bisa dipercaya dan kata-katanya sulit dipegang kebenarannya, sebetulnya dialah yang membuat kita berpikir dan merasa betapa tidak enaknya dikhianati, maka belajarlah untuk menjadi orang yang dapat dipercaya.

5. Ada teman yang suka berprasangka buruk dan menuduh orang lain, maka kita harus belajar untuk selalu husnudzhon, dan jangan sampai kita bicara tanpa bukti yang jelas.

6. Ada teman yang suka bicara kasar dan kadang menyinggung perasaan orang lain, dari mereka kita bisa belajar untuk lebih hati-hati dalam bicara, jangan sampai ucapan dan perilaku kita menyinggung dan menyakiti hati orang lain.

7. Ada teman yang jahat dan hanya memanfaatkan kebaikan orang lain, sebenarnya dia adalah orang yang membuat kita bertindak bagaimana bisa berbuat banyak kebaikan namun tetap waspada.

Setiap karakter manusia di atas akan selalu baik dan mendidik kita (Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya).

Percayalah suatu saat kita pasti akan berterima kasih pada orang yang saat ini sering membuat kita sebel, sengsara, sakit hati, merasa tertindas, merasa terhina karena melalui mereka kita belajar bagaimana kita harus tegar dalam menghadapi hidup ini.

Tanpa orang-orang seperti itu kita akan selalu terlena dalam zona nyaman dan tidak berkembang.

Bersyukurlah selalu dalam setiap keadaan dan terimalah setiap orang dalam hidup kita. Jangan justru malah menyikapinya dengan permusuhan bahkan kemarahan.

Karena Allah tidak pernah keliru mempertemukan kita dengan siapa pun, tinggal bagaimana cara kita menyikapinya.
Source: kulwag “Junaedi Family” 5/4/17

Bentuk Kedurhakaan Kepada Orang Tua

Sesungguhnya hak kedua orang tua sangat agung, dan kedudukan keduanya dalam syariat islam  sangat tinggi, oleh karena itu perintah berbakti kepada keduanya digandengkan dengan perintah mentauhidkan Allah Subhanahu wata’ala, Hal ini disebutkan Allah  Subhanahu wata’ala dalam firman-Nya:

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلاَّ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Katakan : kemarilah aku bacakan kepada apa-apa yang telah Rabb-mu haramkan kepada kalian yaitu janganlah kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” (QS : Al-An’am :151)

Dan perintah bersyukur kepada keduanya juga digandengkan dengan perintah bersyukur kepada Allah Subhanahu wata’ala. Berbuat baik kepada kedua orangtua diantara amalan-amalan yang paling mulia dan sangat dicintai Allah.

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِير

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik ) kepada ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapinya  dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-ku lah kamu kembali.” ( QS : Luqman : 14 )
Dalam Hadits juga diterangkan tentang tingginya  kedudukan kedua orang tua dan keutamaan berbakti  dan larangan serta ancaman bagi yang durhaka kepada kedua orang tua. Dari sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dia berkata : saya bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ قَالَ الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ ثُمَّ أَيُّ قَالَ ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ أَيُّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ

“Amalan apa yang paling dicintai Allah? Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Shalat tepat pada waktunya, saya bertanya lagi  : kemudian apa lagi ? Nabi menjawab : berbakti kepada kedua orang tua. saya bertanya lagi : kemudian apa lagi ? Nabi menjawab : berjihad dijalan Allah.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ

“Celakalah, kemudian celakalah, kemudian celakalah, dikatakan kepada beliau siapa wahai Rasulullah? Orang yang menjumpai orang tuanya dalam keadaan sudah tua salah satu atau kedua-duanya kemudian tidak menyebabkan dia masuk surga.” (HR.Muslim)

Berbakti Kepada Orang Tua Adalah Syariat

Berbakti kepada kedua orang tua, diantara hal yang telah diakui fitrah yang masih lurus, dan semua syariat yang berasal dari langit, dan itu merupakan akhlak para Nabi dan jalannya orang-orang shaleh. Sebagaimana berbakti kepada kedua orang tua bukti kebenaran iman seorang, kemuliaan jiwa.

Berbakti kepada kedua orang tua merupakan hal yang menunjukan keindahan  serta bukti kesempurnaan syariat Islam, berbeda dengan syariat buatan manusia yang tidak memperhatikan keutamaan dan kedudukan kedua orang tua, serta tidak menjaga hak-hak keduanya, seperti yang terjadi dinegara-negara barat. Seakan-akan orang tua hanya sebuat alat, yang apabila telah habis masa berlakunya, dicampakan begitu saja.

 Kedurhakaan Termasuk Dosa Besar

Dan ingatlah bahwa durhaka kepada orang tua adalah dosa besar. Dimana Rasulullah shallallaahu ‘alahi wa sallam bersabda:

أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلاَثًا قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ

“Maukah aku kabarkan kepada kalian dosa besar yang paling besar (diucapkan 3 kali), para shahabat berkata: ‘Tentu wahai Rasulullah’, Rasulullah shallallaahu ‘alahi wa sallam bersabda: ‘ Menyekutukan Allah (berbuat syirik) dan durhaka kepada orang tua…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Durhaka kepada kedua orang tua yaitu bermuamalah dengan mereka dengan apa-apa yang menyakiti mereka dari hal-hal yang menyelisih syariat islam atau tidak berbakti kepada keduanya.

Kedurhakaan kepada kedua orang banyak bentuknya, di antaranya :

1. Membentak menghardik kedua orang tua, yaitu dengan meninggikan suara didepan keduanya serta berlaku kasar dalam ucapan. Allah Subhanahu wata’ala  berfirman : “ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka ucapan yang mulia “. ( QS : Al-Isra : 23 )

2. Membuat kedua orang tua menangis atau sedih, baik dengan ucapan , perbuatan atau penyebab mereka berdua menangis.

3. Mengatakan “ ah “ dan berkeluh kesah dengan perintah kedua orang tua, kebanyakan dari kita ketika orang tuanya memerintahkannya, keluar dari mulutnya ucapan  “ ah “ walaupun nanti dia akan melaksanakan perintah kedua orang tuanya.   Allah Subhanahu wata’ala  berfirman : “maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ ah “  dan janganlah kamu membentak mereka ..” (QS : Al-Isra : 23 ).

4. Bermuka masam didepan kedua orang tua, sebagian orang, akan  kamu dapati ceria, senyum, berakhlak yang baik serta memilih kata-kata yang baik ketika didalam majelis, akan tetapi tatkala ia memasuki rumah dan duduk dihadapan kedua oranga tuanya, maka ia berubah seperti singa , berubah keadaannya.

5. Memandang dengan pandangan yang merendahkan kepada orang tua saat Marah. Seorang anak yang seakan lebih tinggi kedudukannya dari orangtua, ketika marah dengan mudah memandang jelek dan merendahkan keduanya.

6. Mencela makanan yang dibuat Ibunya, hal ini telah melanggar dua larangan : pertama : mencela makanan, dan hal ini tidak boleh, Nabi shallallahu alaihi wasallam “ tidak pernah mencela makanan sekalipun, jika ia menyukainya, maka ia makan, kalau tidak maka ia tinggalkan “ kedua : kurang beradab kepada Ibu dan menyusahkannya.

7. Memerintahkan kedua orang tuanya, Hal ini tidak layak, apalagi kalau Ibunya lemah, lanjut usia atau dalam keadaan sakit. Adapun jika ibu melakukan hal itu dengan kerelaan  serta keinginannya dan tubuhnya  masih kuat, maka hal itu tidak mengapa, bersamaan dengan itu memperhatikan rasa syukur kepadanya dan mendoakannya.

8. Tidak membantu keduanya dalam pekerjaan rumah,  Bahkan sebagian anak laki-laki menganggap hal itu mengurangi hak mereka dan menghilangkan sifat kelaki-lakian. Sebagian anak-anak perempuan, ketika mereka melihat ibunya, terbebani pekerjaan rumah tangga, ia tidak membantunya, bahkan sebagian mereka menghabiskan waktunya untuk berbicara dengan teman-temannya lewat telepon dan membiarkan ibunya menderita (semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka).

9. Mencela dan melaknat kedua orang tuanya, baik secara langsung atau penyebab orang tuanya dicela, dari sahabat Abdullah bin Amr,  Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “diantara dosa-dosa besar, yaitu seorang mencela kedua orang tuanya, lalu ditanyakan ; apakah (mungkin) seseorang  mencela kedua orang tuanya? Nabi menjawab : ya, dia mencela bapak seseorang lalu orang itu mencela bapaknya,dia mencela ibu seseorang lalu orang itu mencela ibunya“. (HR. Bukhari dan Muslim ).

10. Mengutamakan istri daripada kedua orang tuanya, sebagian manusia mendahulukan menuruti kemauan istri daripada kedua orang tuanya kalau seandainya istri meminta untuk mengusir kedua orang tuanya, maka niscaya ia akan mengusir keduanya.

11. Berlepas diri dari orang tua, dan malu mengakui kedua orang tuanya.

12. Mencuri sesuatu milik kedua orang tuanya. maka anak ini telah melakukan dua larangan yaitu mencuri dan durhaka.

13. Berkeinginan agar orang tuanya cepat meninggal. sebagian anak berkeinginan agar orang tuanya cepat meninggal agar ia bisa mewarisi  keduanya jika mereka orang kaya atau ingin cepat berlepas dari orang tua  jika mereka berdua sedang sakit atau miskin.

Sebab-sebab Kedurhakaan

Dan perlu kita ketahui bahwa kedurhakaan seorang anak kepada orang tuanya itu , mempunyai sebab-sebab yang berbeda-beda, diantara sebabnya yaitu :

1. Kebodohan

2. Salah didik

3. Kedurhakaan orang tua kepada orang tua mereka

4. Teman bergaul yang jelek

5. Membeda-bedakan perlakuan terhadap anak-anak

Inilah sebagian bentuk-bentuk kedurhakaan dan sebab-sebab yang menyebabkan terjadinya kedurkaan seorang anak kepada orang tuanya. Kita memohon kepada Allah subhanahu wata’la agar Allah memberika taufiq kepada kita semua agar bisa menjadi anak-anak yang berbakti serta Allah menganugerahkan kepada kita anak -anak yang shaleh dan berbakti kepada kedua orang tuanya.waffaqanallah waiyyaakum.

Wallahu a’lam bish shawwab. (Ditulis oleh Al Ustadz Irwan)
MARAJI’ / REFERENSI :

۞    Uquuqul Walidain, Asbabuhu wamadzahiruhu wailajuhu, Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd.

Sumber awal : daarulhaditssumbar.or.id

http://www.darussalaf.or.id/nasehat/bentuk-kedurhakaan-kepada-orang-tua/

Source/Credit: kulwag “Junaedi Family” 5/4/2017

Amalan Anak Sholeh

Kisah yang diceritakan oleh seorang Hamba Allah tentang mimpi Seorang Wali di Pekuburan. Di dalam mimpi, wali itu melihat roh ahli-ahli kubur sedang mengais-ngais rumput seperti mencari sesuatu. 

Tiba-tiba beliau terlihat ada seorang roh ahli kubur yg sudah berusia tua duduk istirahat di atas kuburnya sendiri.

Beliau memutuskan untuk bertanya kepada roh orang tua tersebut.

Wali : 

“Paman, kenapa paman sedang duduk istirahat dengan tenang, sedangkan ramai ahli kubur yg lain sedang mengais-gais rumput di situ?”

Roh Org tua:

“Jikalau kau mau tahu jawabannya, esok kau pergi ke pasar dan cari penjual daging yg masih muda di situ. Penjual daging itu adalah anakku sendiri.”

Wali tersebut lalu beranjak dari situ dan terjaga dari mimpinya. 

———-

Keesokan harinya, Wali itu mencari penjual daging yang masih muda tersebut di pasar.

Setelah bertemu beliau hanya memperhatikan dari jauh kelakuan penjual daging tersebut. 

Selepas penjual daging tersebut menjual dagingnya, dia sambung membaca Al Qur’an. 

Wali tadi terkejut lalu mengambil keputusan untuk menjumpai pemuda tersebut.

Wali: 

“Assalammualaikum anak muda, saya ada beberapa pertanyaan untuk anak muda.”

Penjual daging: 

“Waalaikumsalam, ya boleh. Apakah pertanyaan itu?”

Wali: 

“Adakah kamu mempunyai seorang ahli keluarga yang meninggal dunia yang di kubur di kampung ini?”

Penjual daging: 

“Ya ada. Itu adalah Ayahku.”

Wali: 

“Aku ada melihat Roh ayahmu dalam mimpiku. Beliau tenang disana. Apa yg kau lakukan untuk ayahmu wahai anak muda?”

Penjual daging: 

“Aku membaca Al-Qur’an dan aku berdoa kepada Allah. Jika bacaanku itu terdapat pahalanya, aku sedekahkan untuk ayahku.”
Iktibar

Kenapa Roh ahli kubur yang lain sedang mengais-gais rumput di situ? 

Mereka sedang mencari percikan-percikan doa yang didoakan oleh orang ramai dan lafaz  “Ala kulli muslimin wal muslimat, wal mukminin wal mukminat”. 

Mengapa roh orang tua itu hanya duduk istirahat, adalah karena doa anaknya yang selalu dikhususkan untuknya.

Pesan:

Perbanyaklah berdoa untuk kedua orang tua dan saudara kita yang sudah tiada untuk kesenangan mereka di alam barzakh. 

Doa seorang anak akan terus sampai kepada ibu bapaknya, terutama anak laki-laki yang mana syurganya di bawah ridho ibunya.

Kemudian, laksanakanlah 7 Sunnah Nabi Muhammad SAW :

Pertama, solat Tahajjud.

Karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada sholat tahajjudnya. 

Doanya pasti akan mudah terkabul dan membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT.

Kedua, membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari.

Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, kita membaca  Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh penahaman. Paling tidak jika sesibuk manapun kita, bacalah ayat 3 Qul, atau ayat qursi.

Ketiga, pergilah ke masjid (khususnya di waktu subuh).

Sebelum melangkahkan kaki kemanapun, langkahkan kaki ke masjid dahulu, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah SWT .

Keempat, jaga sholat dhuha. 

Karena kunci rezeki terletak pada sholat dhuha. 

Yakinlah, kekuatan sholat dhuha sangat dasyat dalam mendatangkan rezeki.

Kelima, jaga sedekah setiap hari. 

Allah menyukai orang yang suka bersedekah dan malaikat selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari. 

Percayalah, sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah berlipat-lipat ganda.

Keenam, selalu jaga wudhu. 

Karena Allah SWT menyayangi hamba yang berwudhu. 

Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, 

“Orang yang selalu berwudhu, ia akan senantiasa merasa selalu dalam keadaan sholat walaupun ia belum sholat dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa yaitu, ampuni dosanya dan sayangi dia ya Allah SWT”

Ketujuh, amalkan istighfar setiap saat. 

Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

———-

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MEMBACANYA.
Semoga bermanfaat. Aamiin.

Source: kulwag “Junaedi Family” 2/4/17

Jangan Takut Diminta

Assalaamu’alaikum saudaraku

Alkisah, seorang motivator diundang ke sebuah perusahaan. Pas melewati pintu gerbang ia melihat tulisan yang berbunyi

 “Tidak Menerima Permintaan Sumbangan Dari Pihak Manapun.”

Lantas motivator tersebut berkomentar kepada pemilik perusahaan:

“Ganti Pak tulisan ini…!!”

“Ganti dengan apa..?”

“Siapapun yang butuh sumbangan, silahkan datang kemari..!!”

Tentu saja perkataannya itu disambut dengan tawa dari sang pemilik perusahaan. 

“Nanti pada datang dong minta sumbangan?”

“Biarkan saja… Itu kan tandanya banyak rezeki. Semakin banyak yang datang, maka semakin banyak rezeki.

Lagian,tidak mungkin Allah mempertemukan orang yang susah dengan kita, kalau kita tidak bisa membantu.”

Jadi kalau didatangi  orang yang  susah,itu tandanya Allah sudah mempersiapkan kita untuk bisa membantu.
Banyak orang takut didatangi orang susah, karena logika berpikir nya, mereka yang butuh & bakal merepotkan. 

Padahal sebenarnya, KITA YG BUTUH MEREKA

Suatu hari Rasulullah SAW memberitahu kepada para sahabatnya, bahwa orang-orang miskin nanti akan memiliki kekuasaan.
Sahabat bertanya:

“Kekuasaan apa ya Rasulullah..?”

Rasulullah SAW menjawab:

“Di hari kiamat nanti akan dikatakan kepada mereka, tariklah mereka yang pernah memberi mu makan walau sesuap, minum walau seteguk, pakaian walau selembar. Peganglah tangannya dan tuntunlah ke surga…”
Masyaa Allah..!!!
Semoga bermanfaat

Barokallahu fiikum

Source: kulwag “Junaedi Family” 30/3/17

9 Jenis Rezeki Dari Allah

1.Rezeki Yang Telah Dijamin

‎وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

“Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya.”

(Surah Hud : 6).

2. Rezeki Karena Usaha

‎وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

“Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya.”

(Surah An-Najm : 39).

3. Rezeki Karena Bersyukur

‎لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.”

(Surah Ibrahim : 7).

4. Rezeki Tak Terduga

‎وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا( ) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”

(Surah At-Thalaq : 2-3).

5. Rezeki Karena Istighfar

‎فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ( ) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا

“Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”

(Surah Nuh : 10-11).

6. Rezeki Karena Menikah

‎وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya.”

(Surah An-Nur : 32).

7. Rezeki Karena Anak

‎وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”

(Surah Al-Israa’ : 31).

8. Rezeki Karena Sedekah

‎مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada ALLAH, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka ALLAH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.”

(Surah Al-Baqarah : 24)

9. Rezeki Karena Bisnis

Tidak semua Bisnis menguntungkan tapi ada Bisnis yg halaalan thoyyibaan Dan mudah Serta dijamin  menguntungtungkan krn Kita tidak Harus jualan Tetapi dapat Komisi setiap Hari, tanpa rekrut pun akan digaji Tiap Hari. Duduk Diam pun Tetap profit Tiap Hari Dan inilah bisnis org2 kaya Dan cerdas, uang bekerja utk mereka.
Semoga bermanfaat

barokallahu fiikum

Source: kulwag “Junaedi Family” 29/3/17

Keridhaan Allah

Dari Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
(مَنِ الْتَمَسَ رِضَا اللهِ بِسَخَطِ النَّاسِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ وَأَرْضَى عَنْهُ النَّاسَ. وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَى النَّاسِ بِسَخَطِ اللهِ سَخَطَ اللهُ عَلَيْهِ وَأَسْخَطَ عَلَيْهِ النَّاسَ). رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ فِي صَحِيحِهِ.
_“Barang siapa yang berusaha mendapatkan keridhaan Allah, meskipun dengan risiko kemarahan manusia, niscaya Allah meridhainya dan menjadikan manusia ridha kepadanya. Namun, barang siapa yang berusaha mendapatkan keridhaan manusia dengan (melakukan sesuatu yang menimbulkan) kemurkaan Allah, niscaya Allah murka terhadapnya dan menjadikan manusia murka pula terhadapnya.”_

[Diriwayatkan oleh Ibnu Hibbân dalam Shahîh-nya.]

Source: kulwag “Junaedi Family” 27/3/17