Anak Cermin Orangtuanya

Anak mencerminkan hati orang tuanya

سِرُّ الْوَالِدِ ظَهَرَ فِي الْوَلَدِ 
اَلْوَلَدُ يَدُلُّ عَلٰى سِرِّ الْوَالِدِ

Ketika kedua orang tua nya hati nya sholih, anak nya akan sholih. Jadi kalau ingin anaknya sholih, maka jadilah org sholih. Tp ini tdk mudah, beruntung, Alloh SWT memberi kemurahan dlm ayat 

وَأَلْحِقْنَا بِالصَّالِحِيْنَ

Bisa kita pahami, kalau tdk mampu jd org sholih, tp kepingin anak2 nya sholih, maka berkumpul lah dgn org2 sholih, cinta lah (mahabbah) pada org2 sholih.

مَنْ أَحَبَّ عَالِمًا كَانَ إِبْنُهُ أَوْ حِفْدُهُ عَالِمًا

Barang siapa mencintai orang ‘alim, maka kelak anaknya, atau cucunya akan jadi orang ‘alim, begitu juga dengan orang sholih.

Source: kulwag “ppi 2003” 30/04/17

Advertisements

Bila Allah Tidak Menghendaki Kita Lagi

Allah akan sibukkan kita dengan urusan dunia.

Allah akan sibukkan kita dengan urusan anak-anak.

Allah akan sibukkan kita dengan urusan menjalankan perniagaan dan harta.

Allah akan sibukkan kita dengan urusan mengejar karir, pangkat dan jabatan.
Alangkah ruginya karena kesemuanya itu akan kita tinggalkan.

Sekiranya kita mampu bertanya pada orang-orang yang telah pergi terlebih dulu menemui Allah Subhana Wa Ta’alla dan jika mereka diberi peluang untuk hidup sekali lagi,

Tentu mereka akan memilih untuk memperbanyak amal ibadah.

Sudah semestinya mereka memilih tidak lagi akan bertarung mati-matian untuk merebut dunia, yang sudah jelas-jelas tidak bisa dibawa mati.

Karena tujuan kita diciptakan adalah untuk menyembah Allah, beramal dan beribadah kepada Allah.
Kita mungkin cemburu apabila melihat orang lain lebih dari kita, dari segi gaji, pangkat, harta, jabatan, rumah besar, mobil mewah.

Kenapa kita tidak pernah cemburu melihat ilmu agama orang lain lebih dari kita?

Kita tidak pernah cemburu melihat orang lain lebih banyak amalan dari kita.

Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain bangun di sepertiga malam, sholat tahajud dan bermunajat kepada Allah.

Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain setiap hari sholat subuh berjamaah di masjid dekat rumah kita.

Kita hanya cemburu apabila melihat orang lain ganti kendaraan dengan yang lebih mewah.

Kita cemburu apabila melihat orang lain bisa setiap tahun liburan.

Kita hanya cemburu apabila melihat orang lain bergelimang harta, tahta dan Wanita.

Cemburu karena dia bisa jadi gubernur, bupati ataupun Walikota.

Tetapi jarang kita cemburu apabila melihat orang lain yang bisa khatam Al’Quran sebulan dua kali.

kita jarang cemburu apabila melihat mualaf yang Faham isi AlQur’an.

Kita jarang cemburu apabila melihat orang lain berbuat untuk menegakkan Akidah Islam.

Kita jarang cemburu kepada orang yang berjihad di jalan Allah.

Kita jarang cemburu kepada orang yang mewakafkan dirinya dan semua Hartanya dijalan Allah.
Setiap kali menyambut hari ulang tahun, kita sibuk mau merayakan sebaik mungkin, tetapi kita telah lupa dengan bertambahnya umur kita.

Maka panggilan Illahi makin bertambah dekat.

Kita patut bermuhasabah mengenai persiapan ke satu perjalanan yang jauh, yang tidak akan kembali untuk selama-lamanya. Karena Hidup di dunia menentukan kehidupan yg kekal nanti di akhirat.
Sesungguhnya,

MATI itu PASTI…

ALAM KUBUR itu BENAR…

HISAB itu BENAR…

MAHSYAR ALLAH itu BENAR…

SYURGA dan NERAKA itu BENAR…
Penyesalan itu selalu terlambat…

Menunda Taubat menunggu usia Tua…

Itupun kalau masih sempat…

Sebab syarat MATI nggak harus tua, nggak harus sakit …

Penyelesaian masalah hidup adalah melalui iman dan amal.

Iman sebesar zarrah pun, Allah muliakan dgn syurga 100x dunia

Lalu mengapa kita tak mau menambah bekal hidup kita dengan Iman, Ibadah dan Amalan baik…???
Mudah-mudahan hidup kita selamat di dunia dan Akhirat dan selalu bermanfaat untuk Ummat dan kita termasuk orang-orang yang Allah ridhoi, untuk masuk ke syurgaNya
آمـــــين يا ربّ العالمــين
Ditulis oleh Ustadz Maududi Abdullah, Lc.
Source: kulwag “Junaedi Family” 8/4/17

Renungan Pagi

√ Jadikan dunia ini berada di tangan-mu…

Dan jangan pernah engkau tempatkan dunia berada dalam hatimu…

√ Jika pada suatu hari  engkau merugi yang tidak pernah kau perkirakan sebelumnya…

Maka insyaa Allah pada hari yang lain, Allah akan memberimu rezeki yang engkau tidak pernah sangka untuk memilikinya…

√ Optimislah saat segala urusan terasa sulit bagimu, karena Allah telah bersumpah dua kali “sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”

√ Kehidupan bertanya kepada kematian:

Mengapa manusia mencintaiku dan membencimu?

Maka kematian menjawab :

“Karena engkau adalah keindahan semu yang memperdayakan, sedangkan aku adalah sebuah kepastian yang menyakitkan”

√ Kita tidak pernah tahu setelah Allah memberikan rahmat pada kita…
Amal baik manakah yang bisa membuat kita masuk surga??

Apakah ruku’ kita, atau sedekah kita, atau do’a kita, ataukah dzikir kita??

Maka Ber-amal baiklah dan jangan pernah kau persoalkan

√ Aku takjub kepada hati yang mau menerima rasa sakit dengan diam, dan menilai kesalahan orang dengan berbaik prasangka…

√ Ketika kau meyakini bahwa setelah  kesengsaraan akan ada kebahagiaan, dan setelah air mata akan ada senyuman, maka sesunggunhnya kau telah melaksanakan ibadah yang amat besar yaitu berbaik sangka kepada Allah

√ Jika sakitnya dunia membuatmu merasa letih, maka janganlah bersedih…
Karena barangkali Allah sedang merindukan untuk mendengar lantunan do’a2mu…

√ Jangan kau tunggu kebahagiaan baru kemudian tersenyum…

Tapi tersenyumlah dan tersenyumlah hingga engkau bahagia…

√ Jika engkau tidak tahu dimana alamat rezekimu…

Janganlah pernah khawatir, karena rezekimu sangat tahu dimana alamatmu…

√ Ketika terlambat masuk kerja, engkau akan masuk dengan kepala tertunduk dan suara yang pilu, karena malu kepada supervisormu…

Maka apakah engkau juga merasakan hal yang sama, saat engkau terlambat dalam shalat dan berdiri di hadapan Rabb-mu?!

√ Janganlah bersedih karena sebuah musibah yang menimpamu…

Karena  engkau tidak pernah tahu apa yang akan Allah hadiahkan untukmu…

Allah SWT berfirman yang artinya : “Sesungguhnya hanya orang-orang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas” (QS.39:10)

√ Jangan biarkan manusia mengetahui darimu kecuali kebahagiaanmu.
Dan jika mereka bertanya khabarmu, maka katakan Alhamdulillah dan tersenyumlah.

Baarakallahu Fiikum
Semoga Bermanfaat

Source: kulwag “Junaedi Family” 6/4/17

Hikmah Berteman Dengan Siapa Saja

1. Ada teman yang bersifat keras, dialah sebetulnya yang mendidik kita untuk berani bersikap, lembut tapi tegas.

2. Ada teman yang lembut, dialah yang mengajarkan kepada kita cinta dan kasih sayang terhadap sesama.

3. Ada teman yang cuek dan masa bodoh, dialah sebetulnya yang membuat kita berpikir bagaimana agar kita bersikap perhatian terhadap orang lain.

4. Ada teman yang tidak bisa dipercaya dan kata-katanya sulit dipegang kebenarannya, sebetulnya dialah yang membuat kita berpikir dan merasa betapa tidak enaknya dikhianati, maka belajarlah untuk menjadi orang yang dapat dipercaya.

5. Ada teman yang suka berprasangka buruk dan menuduh orang lain, maka kita harus belajar untuk selalu husnudzhon, dan jangan sampai kita bicara tanpa bukti yang jelas.

6. Ada teman yang suka bicara kasar dan kadang menyinggung perasaan orang lain, dari mereka kita bisa belajar untuk lebih hati-hati dalam bicara, jangan sampai ucapan dan perilaku kita menyinggung dan menyakiti hati orang lain.

7. Ada teman yang jahat dan hanya memanfaatkan kebaikan orang lain, sebenarnya dia adalah orang yang membuat kita bertindak bagaimana bisa berbuat banyak kebaikan namun tetap waspada.

Setiap karakter manusia di atas akan selalu baik dan mendidik kita (Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya).

Percayalah suatu saat kita pasti akan berterima kasih pada orang yang saat ini sering membuat kita sebel, sengsara, sakit hati, merasa tertindas, merasa terhina karena melalui mereka kita belajar bagaimana kita harus tegar dalam menghadapi hidup ini.

Tanpa orang-orang seperti itu kita akan selalu terlena dalam zona nyaman dan tidak berkembang.

Bersyukurlah selalu dalam setiap keadaan dan terimalah setiap orang dalam hidup kita. Jangan justru malah menyikapinya dengan permusuhan bahkan kemarahan.

Karena Allah tidak pernah keliru mempertemukan kita dengan siapa pun, tinggal bagaimana cara kita menyikapinya.
Source: kulwag “Junaedi Family” 5/4/17